Sunday, August 13, 2017

Yesus adalah Milik Pusaka Terbaik di Dalam Hidup Kita

YESUS ADALAH MILIK PUSAKA TERBAIK DI DALAM HIDUP KITA

Ps. Lukas Yoesianto 

GKKD Jogja

10 Juli 2016

Matius 13:3-17

- Pada saat benih ditabur namun banyak orang tidak mengerti. 

- Banyak nabi-nabi yang ingin melihat dan mendengar apa yang kita alami sekarang ini. 

Kejadian 3:15

- Ayat di atas menubuatkan keturunan Adam yaitu Yesus yang akan menahlukan keturunan ular tersebut. 

Mazmur 2:7

- Ayat di atas menubuatkan tentang kelahiran Yesus. 

Yesaya 9:5-6

- Sejak jaman nabi-nabi sudah dinubuatkan tentang kelahiran Yesus. 

- Para nabi ingin melihat dan mendengar, namun mereka tidak dapat, mereka hanya menubuatkan. Generasi kitalah yang melihat dan mendengar tentang Yesus. 

Mikha 5:1

Matius 13:53-58

- Karena ketidakpercayaan orang-orang Nazareth maka tidak banyak mujizat yang dilakukan di sana. Orang-orang Nazareth dari melihat keilahian Yesus tiba-tiba berubah melihat kepada kemanusiaan Yesus. Mereka menolak Yesus, benih yang ditaburkan dengan cepat dilupakan.

Yohanes 7:1-5

- Saudara-saudara Yesus sendiri tidak percaya kepada-Nya.

Matius 21:42

- Jangan biarkan benih firman tidak tertanam dalam hidup kita. Tapi buat benih firman itu tertanam, bertumbuh dan berbuah dalam hidup kita. 

Markus 10:46-47

- Benih yang ditaburkan kepada Bartimeus tidak mati walaupun dia adalah orang buta. Walaupun dikatakan orang-orang bahwa yang lewat adalah Yesus orang Nazareth, namun Bartimeus memanggil dengan Yesus anak Daud. 

Kisah 3:1-8

- Sejauh mana kita meminta dan mengingini maka itu yang akan kita terima. Harus di atas rata-rata. Namun jika ala kadarnya, maka juga sebanyak itu yang akan kita terima.

- Hati-hati dengan pengharapan yang kecil dan lemah, apalagi jika tidak ada pengharapan. 

- Pastikan hidup kita menjadi tanah yang baik yang selalu siap menerima Tuhan, sehingga setiap benih ditaburkan kita akan percaya dan menghasilkan hasil yang diharapkan.

- Apa yang ditunggu-tunggu para nabi sedang kita nikmati, jangan pernah sia-siakan.

No comments:

Post a Comment